Senin, 25 April 2011

KETURUNAN KYAYI MIBER

Menanggapi komentar dalam Recent Comments tentang keturunan Kyayi Miber disampaikan hal-hal berikut :
  • Dalam Babad Sira Arya Kuthawaringin-Kubontubuh yang dijadikan rujukan dalam penulisan postingan yang disajikan dalam Blog yang saya kelola ini memang tidak ada uraian yang mengungkap keturunan Kyayi Miber putera  Kyayi Lurah Tubuh alias Ki Nyapnyap.
  • Jika dalam kenyataannya, kini ada keturunan Kyayi Miber, memang menimbulkan pertanyaan. Mengapa dalam Babad termaksud tidak ada uraian tentang itu ?
  • Jawaban dari pertanyaan tersebut, menurut hemat saya,dapat didekati dengan menganalisis data yang terungkap dari rangkaian peristiwa-peristiwa sejarah yang terrekam dalam Babad termaksud antara lain sebagai berikut :
1.       Tahun 1686: Ki Nyapnyap beserta puteranya (yaitu Kyayi Miber) yang masih kanak-kanak ngiring Dalem Dimade menyingkir ke Guliang, Bangli.
2.       Tahun 1704: Kriyan Agung Maruti berhasil dikalahkan, lari dari Gelgel ke Jimbaran kemudian ke Kuramas. Sri Agung Gede Jambe menitahkan Kyayi Lurah Tubuh alias Ki Nyapnyap dengan pasukan mengejar ke Jimbaran lalu ke Kuramas dan akhirnya menetap di Kuramas.
3.       Data/peristiwa terakhir yang diungkap dalam Babad termaksud adalah peristiwa tahun 1704 tersebut diatas yang merupakan akhir dari Zaman Kerajaan Gelgel dan atau awal dari Zaman Kerajaan Klungkung karena pada tahun itu juga beliau Sri Agung Gede Jambe bertakhta menjadi raja berkedudukan di Smarajaya (Klungkung).
4.       Rentang waktu antara tahun 1686 dengan 1704 seperti dimaksud pada butir 1 dan 2 diatas adalah 1704 – 1686 = 18 tahun. Kalau umur Kyayi Miber pada tahun 1686 yang dikatakan masih kanak-kanak kita asumsikan X tahun, maka umur Kyayi Miber pada tahun 1704 menjadi (18 + X) tahun.
5.       Pada umur seperti dimaksud pada butir 4 diatas, pada tahun 1704 Kyayi Miber mungkin belum kawin (mengingat pada zaman dahulu konon orang kawin pada usia yang relatif lebih lanjut dibandingkan dengan orang zaman sekarang) atau sudah kawin tetapi belum memiliki keturunan. Jika keturunannya baru ada sesudah tahun 1704 jelas tidak juga akan terrekam dalam Babad termaksud karena seperti diuraikan dalam butir 3 diatas, data/peristiwa terakhir yang diungkap dalam Babad termaksud adalah data/peristiwa tahun 1704.
  • Jika demikian halnya, menurut hemat saya, untuk mengetahui keturunan Kyayi Miber dapat ditempuh beberapa cara antara lain :
1.       Telusuri Babad, Pamancangah atau dokumen-dokumen silsilah/keturunan lainnya yang mencakup data/peristiwa sesudah tahun 1704.
2.       Hubungi keluarga terdekat seperti tercantum dalam Bagan Silsilah (No.1.1.1.1.1 Bagan Silsilah Keturunan Kyayi Lurah Abian Tubuh) yang disajikan dalam Blog ini, kalau-kalau ada generasi yang rajin mencatat nama-nama generasi-generasi yang telah mendahului.
  • Demikianlah hal-hal yang bisa saya sampaikan, semoga ada manfaatnya.
Denpasar, 25 April 2011
Pengasuh Blog,

(I Made Pageh Suardhana)