Sabtu, 16 Oktober 2010

BUKU BABAD SIRA ARYA KUTHAWARINGIN-KUBONTUBUH

 
Buku Babad Sira Arya Kuthawaringin-Kubontubuh Beserta Lampiran-Lampirannya Edisi II-2007 ini penulis pergunakan sebagai sumber/acuan utama dari artikel-artikel yang telah dan akan diposting dalam Blog ini.
Naskah Buku Babad ini bersumber dari hasil terjemahan kedalam bahasa Indonesia dari babon-nya yang berbahasa Bali-Kawi dan tertulis dalam aksara Bali pada lontar pusaka, milik/tersimpan di Pamerajan Dalem Anom Pemayun, Jro Gede Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten karangasem. Penerjemahnya adalah Cokorda Gede Catra. Sedangkan lampiran-lampiran dalam Buku Babad ini terutama bersumber dari hasil kajian-kajian yang telah dilakukan oleh Pengurus Pusat Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin dalam kurun waktu mulai dari terbentuknya organisasi wadah pasemetonan termaksud pada tanggal 22 Mei 1983 sampai diterbitkannya Buku Babad termaksud pada tahun 2007.

Substansi yang dihimpun dari kedua sumber seperti dimaksud diatas kemudian dirangkum dan disunting oleh Pengurus Pusat Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin menjadi buku babad dengan judul seperti tercantum pada cover depan buku tersebut seperti nampak pada foto diatas. Baik dalam melakukan kajian-kajian termaksud diatas maupun dalam merangkum dan menyunting Buku Babad ini penulis terlibat betul di dalamnya karena penulis duduk sebagai ketua I dalam Kepengurusan Pusat Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin dalam periode kepengurusan 1983-1988, 1988-1993, 1993-1998 dan selanjutnya sebagai Ketua Umum dalam periode kepengurusan 1998-2003, 2003-2008.
Dalam “KATA PENGANTAR” penerbitan buku ini oleh Pengurus Pusat Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin antara lain diuraikan hal-hal berikut :
  • Buku Babad ini diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan sameton pratisentana Kubontubuh-Kuthawaringin, terutama generasi mudanya yang ingin meningkatkan pemahaman tentang sejarah leluhurnya.
  • Pemahaan tentang sejarah leluhur diharapkan dapat mengantarkan kearah pencapaian dua dimensi manfaat, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horisontal.
  • Dalam konteks dimensi vertikal, peningkatan pemahaman tentang sejarah leluhur diharapkan secara religius dapat lebih memantapkan pelaksanaan kewajiban berbhakti kepada leluhur dalam kerangka konsep Tri Rna sesuai dengan inti tattwa Agama Hindu yang terhimpun dalam Panca Srada.
  • Dalam konteks dimensi horisontal, peningkatan pemahaman tentang sejarah leluhur diharapkan secara sosial dapat mempereret ikatan rasa pertalian hubungan pasemetonan diantara sesama pratisentananya.
  • Dengan demikian pemahaman tentang sejarah leluhur, bukanlah dimaksudkan hanya untuk bernostalgia dan terpaku dengan kebanggaan akan kebesaran dan keberhasilan masa lalu yang pernah diraih oleh beberapa generasi pendahulu. Sebaliknya generasi penerus seyogianya bersifat arif agar dapat memetik manfaat dari hal-hal positip yang dapat diteladani dari kehidupan para leluhur di masa lalu untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini dan masa depan.
  • Agar naskah babad termaksud lebih mudah dapat dipahami dan untuk melengkapi pemahaman tentang hal-hal yang terkait dengan isi naskah tersebut, babad ini dilengkapi dengan sejumlah lampiran.
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan diatas, apakah para sameton pratisentana Kubontubuh-Kuthawaringin pada khususnya dan para peminat sejarah pada umumnya, berminatkah untuk mengetahui isi Buku Babad termaksud ? Bagi yang berminat silahkan simak postingan-postingan selanjutnya yang akan menyajikan hal-hal yang terkait dengan isi naskah babad termaksud beserta lampiran-lampirannya.
Sumber : Babad Kuthawaringin-Kubontubuh Beserta Lampiran-Lampirannya Edisi II-2007 halaman vii –xi.

1 komentar: