Minggu, 05 Desember 2010

IV.4 TERJEMAHAN DALAM BAHASA INDONESIA DARI TEKS RAJA PURANA PURA DALEM TUGU

Beberapa lama setelah Bali takluk ada pembicaraan antara Patih Gajah Mada dan Arya Dhamar atas saran Kryan Pasunggrigis, lalu dikumpulkan para Arya itu, masing-masing ditugaskan sebagai penguasa wilayah di tempat yang berbeda-beda. Sirarya Kuthawaringin bertugas di Gelgel; Sirarya Kenceng di Tabanan; Sirarya Belog di Kabakaba; Sirarya Dhalancang di Kapal; Sirarya Blentong di Pacung; Sirarya Sentong di Carangsari; Sirarya Kanuruhan Singhasardula di Tangkas. Setelah selesai memberikan tugas pada para Arya semua, Patih Gajah Mada bersama Arya Dhamar lalu kembali ke Jawa ikut serta Pasunggrigis yang telah menjadi tawanan. Kita lewati dulu hal itu.
Diceritakan sekarang yang bernama Sirarya Kuthawaringin beliau keturunan utama, dari kesatria Deha, beliau putera Sirarya Kuthawandira, cucu dari Sri Jayawaringin. Adapun Sri Jayawaringin putera dari Sri Siwawandira cucu dari Sri Jayabhaya, dan sebagai buyut dari Sri Erlangga. Jadi masih satu turunan dengan Sri Ratna Bhumibanten yang menjadi raja di Bali, karena beliau keturunan Anak Wungsu adik Sri Hairlanggya (Erlangga) putera dari Sri Udayana Warmadewa.

Mengenai Sirarya Kuthawaringin beliau sangat pandai dan bijaksana, akhli dalam ilmu pemerintahan, sangat pintar memikat hati masarakat, teguh satu kata dengan perbuatan, tiada henti-hentinya mengusahakan kesejahteraan rakyat, tidaklah salah beliau diberi kedudukan sebagai Manca Agung. Beliau dapat mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian di seluruh wilayah Kemancaan Agung yang meliputi desa-desa seperi Gelgel, Kamasan, Tojan sampai ke pesisir Klotok, Dukuh Nyuhaya, Kacangpawos, Siku sampai Klungkung. Setelah lama beliau di Gelgel lalu beliau membangun istana kepatihan, karena beliau seorang Amanca Agung merangkap Demung. Didirikan pula kahyangan tempat memuja Sang Hyang Amurwabhumi, di selatan desa yang disebut pula Dalem Jagat. Disanalah beliau mensthanakan Sang Hyang Wisesa, dalam prabawanya sebagai Sang Hyang Amurwabhumi. Sirarya Kuthawaringin diberi tugas menjadi Adhipati, Amanca Agung merangkap Demung mendampingi Sri Aji Wawurawuh (Sri Kresna Kapakisan), juga merangkap sebagai Tumenggung. Beliau menurunkan putera empat orang yang tertua bernama I Gusti Agung Bandesa Gelgel, yang menggantikan ayahnya. Adiknya bernama Kyayi Gusti Parembhu, yang ketiga bernama Kyayi Gusti Candhi, dan yang paling bungsu bernama Ni Gusti Stri Waringin diperistri oleh Dalem Ketut Kresna Kapakisan. Dari perkawinan ini lahir anak laki-laki tunggal yang bernama Ida I Dewa Tegalbesung. Kita lewati dulu hal itu.
Dari uraian dalam postingan IV.4 diatas yang relevan untuk disimak lebih lanjut dalam rangka untuk memahami sejarah keberadaan pura yang kemudian dikenal dengan nama Pura Dalem Tugu adalah, kepertama : Jabatan Sirarya Kuthawaringin. Sepeti telah diuraikan diatas, sebelum ada Dalem bertakhta di Bali, beliau menjabat Amanca Agung berkedudukan di Gelgel. Setelah Dalem Ketut Kresna Kepakisan (Dalem Kepertama) bertakhta di Bali (Samprangan), disamping sebagai Amanca Agung, Sirarya Kuthawaringin, juga merangkap jabatan Demung, Tumenggung dan Adipati. Kedua, dalam jabatan seperti itulah setelah beberapa lama berkedudukan di Gelgel, Sirarya Kuthawaringin membangun Kahyangan Dalem Jagat (Dalem Suci) di Gelgel, sthana Sang Hyang Amurwa Bhumi. Dalam proses sejarah selanjutnya, melalui uraian pada postingan-postingan selanjutnya, akan terungkap bahwa Kahyangan Dalam Jagat (Dalem Suci) inilah yang merupakan cikal-bakalnya Pura Dalem Tugu. Dengan memahami hal-hal yang telah diuraikan didepan, kita akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
  1. Siapa tokoh pendiri Pura Dalem Tugu ?
  2. Mengapa Pura Dalem Tugu berlokasi di Gelgel ?
  3. Kapan Pura Dalem Tugu didirikan ?
Demikianlah yang bisa disajikan dalam postingan kali ini. Postingan berikut yang akan menyusul memakai judul yang sama tetapi dengan kode IV.5.
Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog-ku ini. Bila berkenan, jangan lupa berkomentar untuk penyempurnaan. Sampai jumpa pada postingan berikut.
Technorati Tags:
P  e  n  u  l  i  s,

(I Made Pageh Suardhana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar